Latest Post



Picture from : https://3.bp.blogspot.com/-LWgfllGHSZM/V9hafx838xI/AAAAAAAACK0/mtzKJL5OnwExwq5dbHzRZxZO6ut_tnp2wCLcB/s1600/Cara%2BMembuat%2BDan%2BMemasang%2BTeks%2BBerjalan%2BDi%2BBlog.jpg
Wah, pasti tertarik ya buat belajar bagaimana cara membuat gambar bisa berjalan. Tentunya dong !, gambar bisa berjalan dari kiri ke kanan atupun sebaliknya, atau dengan campuran efek yang lain  misalkan ketika disorot oleh kursor tiba-tiba berhenti. Nah efek yang terakhir tuh yang cocok buat kalian yang mau iklanin produk tertentu dalam jumlah banyak.
Kalau sudah pernah belajar mengenai cara membuat teks bisa berjalan, pasti akan sangat mudah mempraktikan cara membuat gambar bisa berjalan, karena dasarnya juga tidak berbeda jauh, yaitu diawali dengan tag tertentu.  Okedeh langsung saja kita praktikan satu persatu

Contoh 1 :
Kode HTML untuk membuat gambar berjalan dari arah kanan ke kiri dengan tinggi area 132px, lebar area 100% di atas background putih adalah sebagai berikut :
<marquee bgcolor="#ffffff" direction="left" height="150px" scrollamount="5" width="100%"> <img src="URL Gambar-1" /> </marquee>
Tampilan setelah diposting : 





Contoh 2 :
Kode HTML untuk membuat gambar berjalan dari arah kiri ke kanan dengan tinggi area 132px, lebar area 100% di atas background kuning adalah sebagai berikut :
<marquee bgcolor="#ffff00" direction="right" height="170px" scrollamount="5" width="100%"> <img src="URL Gambar-2" /> </marquee>

Tampilan setelah diposting : 




Contoh 3 :
Kode HTML untuk membuat gambar berjalan bolak-balik dari kanan ke kiri dengan tinggi area 160px, lebar area 100% di atas background biru adalah sebagai berikut:

<marquee behavior="alternate" bgcolor="#0000ff" height="150px" scrollamount="5" width="100%"> <img src="URL Gambar-3" /> </marquee>

Tampilan setelah diposting :



Contoh 4 :
Kode HTML untuk membuat gambar berjalan dari kanan ke kiri dimana gambar tersebut merupakan sebuah life link yang tertuju pada suatu URL. Gambar tersebut akan berhenti setiap kali mouse didekatkan dan akan kembali bergerak setelah mouse menjauh.

<marquee align="left" bgcolor="#c9fbd3" direction="left" height="150" onmouseout="this.start()" onmouseover="this.stop()" scrollamount="5" width="100%"> <a href="Link URL-1"><img src="URL Gambar-1" /></a> <a href="Link URL-2"><img src="URL Gambar-2" /></a>     <a href="Link URL-3"><img src="URL Gambar-3" /></a> </marquee>

Tampilan setelah diposting :




Catatan Penting :
  •  #FFFF00 adalah kode heksadesimal untuk warna kuning, #C9FBD3 adalah kode heksadesimal untuk warna hijau muda, #0000FF adalah kode heksadesimal untuk warna biru dan seterusnya. Lebih lengkapnya kunjungi kode warna.
  • Ganti semua URL Gambar (URL Gambar-1, URL Gambar-2, dan URL Gambar-3) dengan URL gambar Anda sendiri.
  • Ganti semua Link URL (Link URL-1, Link URL-2, dan Link URL-3) sesuai kebutuhan. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.


Picture from http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/dzikir-kepada-allah-ilustrasi-_120324165906-979.jpg

عن حذيفة عن النبي صلى الله عليه وسلم : قال كان رجل ممن كان قبلكم يسيئ الظن بعلمه فقال لأهله : إذا أنا مت فخذوني فذروني في البحر في يوم صائف. ففعلوا به فجمعه الله ثم قال : ما حملك على الذي صنعت ؟ قال : ماحملني إلامخافتك فغفر له
Hadis diatas setidaknya memberikan gambaran kehidupan salah seorang yang memiliki rasa takut begitu besar kepada Tuhannya, Allah swt. Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dalam kitab Shahihnya. Ketakutan tidak selamanya bernilai negatif, yaitu rasa takutnya seorang hamba kepada Tuhannya, yang tentunya akan mengantarkan pada kondisi dimana dia akan selalu merasa bahwa setiap perbuatannya diawasi oleh Tuhannya. Hal ini akan mendorongnya untuk selalu berada di jalannya.
Pada suatu ketika seorang makhluk Allah swt yang mengenakan pakaian serba hitam datang menjumpai Rasulullah Saw. Pada saat itu para sahabat juga tengah berkumpul. Tiba – tiba datang dan mendekatlah laki-laki itu kepada Rasulullah saw. Beliau menyampaikan beberapa poin penting yang berkaitan dengan ajaran pokok agama Islam, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Beliau adalah utusan Allah swt, sayyidina Jibril a.s. yang diutus kepada Rasulullah untuk memberikan pelajaran atas apa yang disampaikannya tersebut.
Ajaran yang ketiga, yaitu ihsan memiliki kaitan erat dengan hadis di atas. Malaikat Jibril berujar kepada Nabi Muhammad Saw :
أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
Kalau kamu beribadah kepada Allah swt itu, harusnya seakan – akan kamu melihat Allah swt. Tapi, kalau kamu gak bisa kaya gitu, ya kamu harus yakin bahwa Allah swt. itu selalu mengawasimu.
Tingkatan dimana seseorang beribadah kepada Allah swt. selayaknya dia melihat Allah swt., atau yakin bahwa Allah swt. melihatnya itulah yang pada akhirnya akan membuat orang merasa selalu diawasi oleh Allah swt.
Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan pula, bahwa Islam adalah ajaran yang mengajarkan kebebasan atas pengambaan seseorang kepada orang lain. Manusia tidak boleh takut kepada manusia yang lain. Hanya Allah sajalah yang berhak ditakuti oleh manusia.
Allah menyebutkan dalam al-Qur’an : Innama yakhsyaAllaha min ‘ibadihi al-‘Ulama. Artinya hanya ‘ulamanya Allah swt yang bisa betul – betul mencapai maqam khauf kepada Allah swt. Semoga kita dijadikan sebagai hambaNya yang bisa memiliki rasa takut kepada Allah sehingga kita bisa merasa selalu diawasi dalam setiap gerak langkah kehidupan kita.

 Berikut ini Tips Menghafal Al-Qur’an oleh Ustadz Deden Makhyaruddin Al hafidzh untuk memudahkan kita dalam menghafal Al-Qur’an:

1. Menghafal itu tidak harus hafal, yang penting menghafal
       Maksudnya niatkan menghafal sebagai sarana meraih ridho dari Allah agar bagaimana caranya Allah cinta dengan kita melalui kegiatan menghafal Al-Qur’an itu. Alokasikan waktu khusus untuk menghafal, jika ternyata belum hafal dalam waktu yang ditentukan tidak masalah, yang penting tetap istiqomah dalam usaha menghafal. Misalnya dengan mengalokasikan waktu khusus satu jam setiap hari untuk menghafal.

2. Menghafal itu bukan untuk diburu-buru, juga bukan untuk ditunda-tunda
      Nikmati setiap proses menghafal. Jangan terburu-buru tetapi juga jangan ditunda-tunda. Syarat menghafal tidak harus muda, sebagaimana syarat mati tidak harus tua.

3. Menghafal Al-Qur’an bukan untuk khatam
      Jadikan kegiatan menghafal Al-Qur’an sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Allah. Jangan menghafal untuk sekedar mengejar khatam, tetapi niatkan untuk hidup setia bersama Al-Qur’an.

4. Senang dirindukan oleh ayat
      Seharusnya orang yang menghafal qur’an lebih banyak bersyukur. Karena segala sesuatu yang terjadi ketika menghafal Al-Qur’an adalah nikmat. Sebagai contoh ketika sulit sekali menghafal suatu ayat atau surat, maka seharusnya bersyukur itu tanda ayat atau surat tersebut betul-betul kangen dengan kita sehingga ia ingin kita terus mengulanginya sampai benar-benar hafal.

5. Menghafal sesuap-sesuap
       Kapasitas orang dalam menghafal tentu berbeda-beda. Agar menghafal tidak cepat lelah dan tidak cepat bosan pastikan ukurannya sesuai dengan kapasitas diri. Misal dengan mengukur kekuatan daya ingat sekali membaca atau melihat ayat. Ada yang lebih nyaman jika menghafal setengah baris atau beberapa kata dalam sekali comot. Tapi ada juga yang lebih atu kurang dari itu. Yang penting sesuaikan dengan kapasitas diri.

6. Fokus pada perbedaan, abaikan persamaan
        Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang merupakan perulangan. Ada yang benar-benar sama kalimatnya. Ada yang sama tapi berbeda di ujung ayatnya. Nah untuk yang mirip-mirip atau sama fokuskan ada perbedaan yang ada pada ayat tersebut ketika menghafal. Semisal dengan fokus potongan kata(mufrodat) pada ayat sebelum atau ayat lanjutan dari ayat tersebut.

7.  Mengutamakan durasi untuk muroja’ah(mengulang hafalan)
         Utamakan muroja’ah, bagian ternikmat menghafal AL-Qur’an ada pada bagian muroja’ahnya.

8.  Pastikan hafalannya sudah bertajwid
         Maksudnya pastikan bacaan Al-Qur’annya sudah benar dan memenuhi kaidah tajwid yang baik. Banyak orang melewatkan hal ini dan menganggap cara ini justru akan memakan waktu lebih lama untuk menghafal. Padahal justru hafalan yang sudah bertajwid akan mempercepat proses menghafal Al-Qur’an itu sendiri.

dikutip dari http://maulaakhalid.tumblr.com/post/126803888109/tips-menghafal-al-quran-dari-ust-deden









Sedih?, Bahagia?, Kehilangan?, atau apa yang kau rasa


















Sudah hampir genap satu bulan, umat Islam diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia menyibukkan diri dengan berbagai macam bentuk ritual ibadah. Tadarus al-qur’an, qiyamul lail, pengajian ke-Islaman, halaqah keilmuan, dan lain sebagainya. Terlebih saat ini, pada sepuluh hari terakhir masa festival yang oleh Rasulullah dikatakan memiliki banyak keutamaan, terutama saat datangnya malam Lailatul Qadar.
Festival tahun ini dibuka 6 Juni yang lalu, ditandai dengan masuknya bulan Ramadhan 1437 H. Sudah diambang mata, waktu berakhirnya festival kali akan segera tiba. Durasi festival yang hanya satu bulan ini, memiliki dampak dalam berbagai sisi kehidupan, ekonomi, sosial, dan budaya. Namun sayang, sisi agama juga ikut-ikutan dibatasi oleh durasi itu.
Ekonomi, gaungnya telah dimulai sejak pembukaan festival ini, dan saat ini tengah berada dipuncaknya. Perputaran rupiah sekarang sedang kenceng-kencengnya. Pemilik “otak bisnis” akan mampu meraup untung sebesar-besarnya. Menelisik ke permulaan festival, kreativitas masyarakat tumbuh. Ramadhan memang membawa berkah dari sisi ekonomi, dimana sebagian masyarakat membuka usaha jualan makanan dan minuman jelang buka puasa. Riuhnya kegiatan Ramadhan juga bisa memakmurkan para “Ustadz dan Da’i”. Berbagai macam kegiatan seringkali dibumbui dengan pengajian. Beberapa kali saya mengikuti, ceramah mereka kurang berisi dan hanya sekedar guyon. Yang penting amplop masuk. Memang tidak semuanya. Hal inilah yang sering didengungkan oleh Alm. KH. ‘Ali Mustafa Ya’qub, bahwa dalam berdakwah semestinya jangan memasang tarif.
Ternyata, ladang rejeki festival tahunan ini juga dinikmati bos-bos.  Apalagi di penghujung masa festival seperti ini. Euforia Ramdhan dan Syawal lebih terasa dan lebih lama dibandingkan dengan peristiwa nasional yang lain yang notabene dirayakan oleh semua lapisan masayarakat, tidak hanya umat Islam, sebut saja tahun baru, hari raya kemerdekaan, atau pun peringatan-peringatan nasional yang lain. Berbeda dengan itu semua, Ramadhan dan Syawal menyuguhkan euforia yang lebih panjang dan terlihat dimana-mana. Saat ini, adalah masa para kaum urban kembali ke kampung halamannya. Pemudik mamadati jalan-jalan utama lintas provinsi. Kemacetan adalah suguhan yang tidak pernah terlewatkan. Kegiatan ini jelas sangat menguntungkan para pemilik moda transportasi. Ribuan, bahkan puluhan ribu pengguna jasa transportasi siap memasok rupiah ke karung mereka. Belum ditambah lagi kembalinya kaum urban ke tanah rantaunya.
Dunia fashion juga merupakan salah satu yang diuntungkan dalam moment festival ini. Berbagai jenis dan mode pakaian siap dilirik masyarakat. Omset tentu akan naik, dan ini terjadi dalam waktu yang singkat. Demikianlah, Ramadhan dengan berbagai macam agenda festivalnya mampu meningkatkan kegiatan ekonomi. Tapi, keuntungan ini tentu tidak merata karena tidak bisa dinikmati oleh semua lapisan, melainkan hanya berputar di kalangan bos-bos kapitalis.
Sosial, kegiatan yang menumbuhkan kedekatan dan kebersamaan diantara masyarakat dapat dinilai meningkat selama festival ini, dan puncaknya adalah halal bihalal yang digelar pada permulaan bulan Syawal. Selama Ramadhan berlangsung, bisa disaksikan banyak kegiatan yang mampu mengumpulkan kebersamaan, dalam bentuk buka bersama. Instansi, antar teman lama, perkantoran, pemerintahan, dan buka bersama yang diadakan di masjid-masjid menumbuhkan solidaritas dan merapatkan kekerabatan. Sebagian yang awalanya tidak pernah beramal, ikutan menyumbang makanan untuk berbuka merupakan salah satu bentuk solidaritas. Kesibukan dengan urusan pribadi bisa disatukan dalam moment buka bersama, sehingga bisa membangun komunikasi yang baik diantara sesama.
Satu dari lima dasar ber-Islam juga mengajarkan berbagi, yaitu dengan berzakat. Saling memberi kebahagiaan menyambut 1 syawal. Infak, dan sedekah juga lebih mudah dikeluarkan pada bulan ini, semua itu merujuk pada membaiknya aktifitas sosial di masayarakat.
Keagamaan, adalah hal yang sangat mencolok peningkatannya jika dibandingkan dengan selain bulan ramadhan. Shalat tarawih berjam’ah menjamur di berbagai tempat. Tadarus al-Qur’an merata di sudut-sudut tempat ibadah. Halaqah-halaqah, pengajian dan berbagai hal lain turut menambah semaraknya festival ini.
Sepuluh hari terakhir, yang dikabarkan oleh nabi sebagai lailatul qadr membuat asa kaum Muslimin menggebu-gebu untuk beribadah. Ruku’ demi ruku’, sujud dengan tuma’ninah dan diakhiri dengan do’a-do’a dalam khusyu’ menampilkan wajah umat Islam yang sangat mengaharapkan mendapatkan malam kemuliaan itu.
Namun, sekali lagi bahwa festival ini akan segera berakhir, dan serangkaian kegiatan-kegiatan serta aktivitas peribadatan akan kembali seperti semula. Secara literal festival berarti sebuah perayaan, turnamen, kejuaraan, kontes, ajang, dan sebagainya. Implikasi dari makna-makna itu adalah bahwa apa yang ada dalam Ramadhan terbatas waktu, sehingga semua amaliyah akan berhenti seiring berhentinya festival ini.
Tentu saja, penamaan Ramadhan sebagai ‘bulan festival’ bersifat nisbi karena tidak semua orang demikian, hanya saja mayoritasnya demikian. Oleh karena itu, marilah, kita pelihara semangat ber-sosial yang baik kepada sesama, asa ber-agama yang terus membara, meskipun ramadhan tahun ini sudah usai. Kita jaga spirit bersedekah, jangan lepas ukhuwah dan keramahan yang dibangun dari duduk bareng menikmati nasi goreng dan juz mangga, jangan putus silaturahim sebatas bulan syawal. Bakar semangat untuk terus menggali nilai-nilai dan ajaran Islam meskipun jadwal rutin kajian Ramadhan telah tutup.
Diberdayakan oleh Blogger.